Connect with us

Nasional

Dengan Skema G To G, Sindikat Vaksin Palsu Tidak Ada

Published

on

Share

Reportersatu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan tidak ada sindikat pemalsuan vaksin Covid-19 di Indonesia seperti yang terjadi di negara lain. Pemalsuan vaksin Covid-19 adalah sebuah kejahatan yang membahayakan kehidupan masyarakat.

“Sampai saat ini, sindikat semacam itu tidak ditemukan di Indonesia. Semua pengadaan vaksin dilakukan melalui skema G to G

loading...
(government to government) sehingga terjamin keaslian vaksinnya,” tegas Wiku dalam International Media Briefing, Senin (08/03) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

Baca Juga : Pemerintah Ungkap Penularan Kasus Positif B117 Bertambah 4 Kasus

Meski demikian, Wiku menegaskan bahwa pemerintah terus memantau masalah pemalsuan vaksin. Pemerintah juga mengedukasi dan terus melakukan koordinasi dengan perusahaan yang melakukan pengadaan vaksin lain dalam skema gotong royong.

Wiku menuturkan, setiap vaksin yang diadakan perusahaan, juga harus mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) atau Distribution License Number dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM).

“Patut diperhatikan bahwa pemalsuan vaksin Covid-19 merupakan kejahatan yang membahayakan kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sebelumnya, Polisi Afrika Selatan telah menyita ratusan vaksin Covid-19 palsu dan menangkap empat tersangka sehubungan dengan penyitaan tersebut, kata badan koordinasi kepolisian global Interpol. Tiga warga negara China dan satu warga Zambia ditangkap dalam kasus itu.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *