Connect with us
DomaiNesia

Peristiwa

Curigai Penyimpangan Bansos, Lurah Kapuk Ingatkan RW dan RT

Published

on

20200416061632 Normal
Share

Reportersatu, Beberapa warga yang terdapak virus corona di sejumlah RT/RW di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat mencurigai adanya kejanggal dalam penyaluran bantuan (bansos) sembako tahap 1 hingga tahap 7, baik berasal dari Pemerintah Pusat/Kementerian Sosial maupun dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di antaranya, warga/kepala keluarga (KK) yang selalu mendapat bansos sembako adalah warga yang dekat dengan oknum RT setempat. Kemudian satu dus atau satu bungkusan penuh berisi sembako berbagai jenis dibagi ke tiga atau empat KK.

“Pas pembagian sebelumnya, warga sempat tanya ke RT kenapa sembako harus dibagi begitu (ke tiga atau empat KK-red) bukannya satu KK itu satu dus atau satu bungkus bansos sembako?” ujar seorang warga Kelurahan Kapuk yang tidak bersedia ditulis namanya

Salah seorang warga di RW 013 Kelurahan Kapuk mengatakan, saat pembagian bansos sembako berlangsung acap kali di waktu yang tidak wajar. Misalnya malam hari selepas Isya dan pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Saat penerimaan sembako di rumah ketua RT, satu dus malah dipecah dan dibagi untuk tiga hingga empat KK.

“Dibagi ke tiga bahkan ada empat KK warga yang datang. Kita lihat di situ masih ada sisa-sisa sembako sebelumnya kayak beras dan minyak goreng,” tuturnya.

Berdasarkan informasi warga, ada di RT lainnya, muncul informasi ada oknum pengurus RT setempat yang menjual dan menawarkan beras bansos sembako ke beberapa warung-warung kecil.

Di satu RT lainnya, ada juga warga yang mampu malah mendapatkan bansos sembako dua kali dalam satu tahap pembagian. Warga tersebut sempat menolak, tapi oknum pengurus RT tetap memberikan.

“Mestinya kan warga yang benar-benar susah dan terdampak Corona yang dapat bansos itu,” kata salah seorang warga.

Lurah Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat Ujang Sungkawa menjelaskan sebelumnya di Kelurahan Kapuk telah dilakukan penyaluran bansos Presiden tahap 1-9 dan bansos Pemprov DKI Jakarta tahap 1-7 berupa sembako bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Pembagian satu paket bansos sembako diperuntukkan untuk satu kepala keluarga (KK). Ujang menegaskan, paket bansos sembako tidak boleh dipecah atau dibagi lebih dari satu KK.

“Untuk setiap pendistribusian selalu diingatkan kepada RW/RT: tidak ada KK ganda, tidak diberikan yang sudah pindah alamat, sudah mampu atau menolak, tidak diberikan (yang-red) tidak ada ahli waris, dan tidak dipecah atau dibagi-bagi,” ujar Ujang, Jumat (16/10).

Ujang tidak menjawab spesifik apakah contoh tersebut sudah diterima laporannya oleh pihak Kelurahan dan oknumnya sudah ditindak dengan sanksi. “Untuk jelasnya lagi enaknya sih dijelaskan ya. Di tunggu kapan ya (ketemu),” katanya.

Lebih dari itu Ujang mengungkapkan, pihaknya memang pernah menerima laporan penyimpangan dari warga melalui media sosial, SMS, maupun WhatsApp. Laporan tersebut sudah dilakukan penanganan. Hanya saja, dia belum mau menjelaskan secara rinci laporan disampaikan kapan dan bagaimana bentuk penanganannya.

“Untuk adanya laporan penyimpangan, baik dari warga,medsos, SMS/WA sudah dilakukan pemanggilan dan penanganan bersama Babinsa, Bimas, (dan) Satpol PP. Untuk jelas silakan dapat ke kelurahan,” katanya.

Ujang melanjutkan, memang benar akan ada penyaluran bansos sembako tahap 8 yang berasal dari Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Sosial sebagaimana disampaikan resmi oleh Pemprov melalui Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.

Ujang membenarkan, untuk warga Kelurahan Kapuk yang terdampak pandemi akan mendapatkan paket paket utuh bansos sembako tahap 8 per KK seperti disampaikan Pemprov DKI Jakarta.

“Untuk penyaluran di Kelurahan Kapuk kalau tidak ada perubahan terjadwal tanggal 17 Oktober 2020. Pendistribusinya bisa PD Pasar Jaya/PT Pos Indonesia. Kontaknya ke Ketua RW untuk pasti datang jamnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyatakan, bansos sembako tahap 8 akan disalurkan kepada 2,4 juta keluarga miskin dan rentan yang terdampak Covid-19, baik KTP DKI Jakarta maupun KTP non-DKI Jakarta yang menetap di Jakarta. Bantuan diberikan per Kepala Keluarga (KK).

Rinciannya sebanyak 1,3 juta kepala keluarga (KK) didistribusikan oleh Kementerian Sosial dan 1,1 juta KK didistribusikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Adapun isi bansos sembako tahap 8 per Kartu Keluarga (KK) yakni beras 2 karung (masing-masing 5 kg), sarden 4 kaleng (masing-masing 155gr) atau sarden 2 kaleng (masing-masing 425gr), biskuit 1 kaleng, minyak goreng 2 bungkus (masing-masing 0,9 lt), kecap 1 kantong (520 ml), tepung terigu (1 kg), bihun 2 bungkus (masing-masing 320 gr), dan sabun mandi 1 batang.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *