Connect with us

Seni & Budaya

Cenning Rara, Mantra Pemikat Hati Warisan Leluhur Masyarakat Bugis Makassar

Published

on

14b635ab5a7227f708a081a727b0435a
Share

Reportersatu, Mencari pasangan hidup memang bukan perkara mudah. Banyak orang mengatakan itu susah-susah gampang. Beragam taktik dimainkan, pun beragam cara dilakukan untuk menemukan dia sang belahan jiwa. Satu diantaranya dengan Cenning Rara, sebuah cara yang biasa ditempuh para gadis sejak lampau di tanah bugis.

Bertumpu pada proses jasmani dan ikatan batin, kata-kata memang dipercaya memiliki kekuatan. Salah satunya bila dirangkai hingga terbentuklah kalimat dengan tujuan tertentu. Alhasil saat dibaca, jiwa sang pelafal dan sasaran pelan-pelan terpengaruh.

Tujuan dari cenning rara sendiri adalah mendekatkan jiwa pengguna dengan sang target. Dengan kata lain, si pengguna menggunakannya sebagai usaha terakhir memikat hati lawan jenis yang menjadi sasaran.

Namun ada unsur-unsur dalam diri yang harus dipenuhi lebih dulu oleh si pengguna yakni watak, naluri, rasio/akal sehat, nafsu dan emosi. Semuanya wajib dikendalikan dan diatur ke arah yang lebih baik.

Ada beberapa perkara yang dianggap berpengaruh pada “kerja” mantra tersebut, antara lain :

  1. Keyakinan si pengguna; jika tidak pede sedari awal toh ujung-ujungnya akan percuma kan?
  2. Transfer; ini agak rumit mengingat cenning rara bekerja lancar bagi beberapa orang sedang khasiatnya bagi sebagian lagi terlihat mandek. Menurut kepercayaan, khasiatnya akan turun dari generasi ke generasi jika manjur. Hal serupa bisa saja tak berlaku bagi yang baru mencoba.
  3. Kondisi jiwa sasaran; disebutkan kalau mantra akan bekerja jika batin si target cenderung lemah. Situasi berbalik jika kondisinya kuat. Tidak ada acuan cara mengukur lemah-kuatnya jiwa, kendati ibadah kepada Tuhan diakui sebagai salah satu cara ampuh membentengi diri.
  4. Usaha; seusai mengucap mantra, si pengguna wajib melakukan interaksi langsung dengan si target.

Berikut ini petikan dari teks lengkap mantra cenning rara :

Eru mata siduppa mata
Iya’pa naewa siduppa mata namanyameng attinna 

Laku ba’ra ba’ra sai
ba’ra na daeng sijalling
kuni jalling kuni toa
ku ni pasa’la rinringang
ata karaeng memmuji ngaseng

Anging lao anging rewe matuppu sepe-sepe
palettukengnga uddanikko lao ri (nama sasaran)
narekko mattinroi teddurekka, narekko motoi obbirengnga
narekko ciyai lao, iya pa lao

Persis proses baca mantra pada umumnya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh si pembaca. Mulai dari kebersihan jasmani-rohani sampai ritual dengan tata caranya.

Akan tetapi banyak orang Bugis-Makassar menganggap proses “rekayasa” perasaan orang sebagai sesuatu yang tak pantas. Sudah kodratnya kalau urusan asmara murni tanpa unsur paksaan sebab ada yang lebih manjur: cinta yang lahir dari proses alami.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *