Connect with us

Internasional

Buntut Kerusuhan Capitol, Uni Eropa Tolak Kunjungan Menlu AS

Published

on

Gettyimages 1198672189 E4c30a4b0ffb8a3585f2178dc3ce53ff73beae36 S800 C85 (1)
Share

Reportersatu, Menlu Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo , membatalkan perjalanannya ke Eropa setelah menteri luar negeri Luksemburg dan pejabat tinggi Uni Eropa (UE) menolak untuk bertemu dengannya.

Eropa menolak diplomat top AS itu beberapa hari setelah penyerbuan gedung Capitol oleh ribuan pendukung Presiden Donald Trump , serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap demokrasi Amerika yang mengejutkan banyak pemimpin dunia dan sekutu AS.

Tiga sumber yang mengetahui rencana perjalanan itu mengatakan Pompeo, sekutu dekat Trump, telah berusaha untuk bertemu Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn, sekutu kecil tapi kaya NATO , sebelum bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa dan diplomat tinggi blok Eropa itu di Brussels.

“Pompeo awalnya berencana untuk pergi ke Luksemburg, tetapi perjalanan itu dibatalkan,” kata seorang sumber diplomatik, setelah para pejabat di sana menunjukkan keengganan untuk memberinya janji untuk bertemu seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga : Tujuh Orang Akibat Suhu Udara di Spanyol Turun Drastis

Untuk pertemuan di Brussels sendiri masih berlangsung sampai menit terakhir. Tetapi jadwal kunjungan terakhir Pompeo di Brussels tidak akan melibatkan pertemuan apa pun dengan UE atau acara publik apa pun di NATO. Sumber diplomatik ketiga mengatakan sekutu AS itu merasa “dipermalukan” oleh Pompeo setelah aksi kekerasan di Washington pada Rabu lalu.

Trump mendorong para pendukungnya pada rapat umum untuk berbaris di gedung yang menampung Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, sementara anggota parlemen mensertifikasi kemenangan pemilu 3 November terhadap Presiden terpilih dari Partai Demokrat Joe Biden. Trump dari Partai Republik mengklaim, tanpa memberikan bukti, bahwa pemilu itu telah dicuri darinya.

Pompeo mengutuk aksi kekerasan itu tetapi tidak menyinggung peran dari klaim tak berdasar Trump sebagai memicu aksi demonstrasi di Capitol.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *