Connect with us

Internasional

Brasil Hadapi Musim Kemarau Ekstrem

Published

on

Share

Reportersatu, Badan pemantau cuaca Brasil yang terkait dengan Kementerian Pertanian mengeluarkan peringatan darurat kekeringan untuk Juni hingga September. Lembaga ini mengatakan hujan kemungkinan akan tetap langka di lima negara bagian Brasil selama periode itu.

Brasil menghadapi musim kemarau terburuk dalam 91 tahun, meningkatkan kekhawatiran penjatahan energi, menghantam pembangkit listrik tenaga air, dan pertanian, sambil meningkatkan risiko kebakaran Amazon.

Baca Juga : Dampak Pandemi Covid-19 Tingkat Pengangguran di Jepang Meningkat

Kurangnya hujan di sebagian besar Brasil memiliki implikasi negatif bagi penanaman biji-bijian, peternakan, dan pembangkit listrik. Brasil sangat bergantung pada bendungan air untuk listriknya. Cuaca kering dapat menyebabkan kebakaran hebat di hutan hujan Amazon dan lahan basah Pantanal. 

loading...

Komite Pemantau Sektor Listrik (CMSE) merekomendasikan agar regulator air ANA mengakui keadaan kelangkaan air. Kondisi ini terlibat setelah kekeringan berkepanjangan melanda bagian Tengah dan Selatan lembah sungai Parana. 

Badan yang terkait dengan Kementerian Pertambangan dan Energi Brasil ini mengatakan, kurangnya hujan membuatnya penting untuk melonggarkan pembatasan pada beberapa pembangkit listrik tenaga air. Upaya inj untuk memungkinkan pembangkit energi yang lebih besar atau lebih banyak penyimpanan di daerah tertentu. Langkah ini akan membutuhkan pembicaraan yang sulit dengan politisi, ANA dan badan perlindungan lingkungan Ibama.

“Penjatahan energi tidak direncanakan, tetapi jika tidak ada pelonggaran pembatasan, tidak ada cara lain,” kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Kementerian Pertambangan dan Energi mengatakan pada Jumat (28/5), bahwa mereka telah berusaha untuk memperluas pasokan energi di Brasil. Namun, mengesampingkan pelaksanaan proses darurat untuk menyewa kapasitas baru.

“Situasi saat ini menantang. Tidak ada ketentuan untuk kontrak energi darurat,” kata Kementerian Pertambangan dan Energi dalam sebuah pernyataan, mengutip waduk yang lebih rendah dari biasanya.

Kementerian Pertambangan dan Energi mengatakan kondisi kering akan bertahan dalam beberapa bulan mendatang, terutama di wilayah Tenggara dan Barat Tengah.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *