Connect with us

Peristiwa

BPOM Temukan Takjil Mengandung Formalin dan Boraks di Berbagai Kota

Published

on

Share

Reportersatu, Uji sampel pangan jajanan buka puasa atau takjil Ramadan di berbagai kota, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan beberapa komponen berbahaya seperti formalin dan boraks.

“Dengan temuan sampel yang mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin (0,45%), boraks (0,59%), dan rhodamin B (0,73%),” kata Kepala BPOM Penny K Lukito melalui keterangan tertuli, Jumat (7/5/21).

“Terhadap penjual pangan jajanan buka puasa yang menjual produk mengandung bahan berbahaya, diberikan pembinaan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” lanjutnya.

Baca Juga : Polisi Putar Balik Ribuan Unit Kendaraan Pemudik Nekat

Tak hanya temuan komponen berbahaya, Penny menyebut BPOM juga menemukan produk pangan impor Tanpa Izin Edar (TIE), yang kemudian dilaporkan paling banyak ditemukan di lima wilayah kerja: BBPOM di Jakarta, BBPOM di Serang, BPOM di Batam, BBPOM di Bandar Lampung, dan Loka POM di Tangerang.

Selain pangan TIE, hasil pengawasan juga menemukan produk pangan kedaluwarsa dan rusak. Temuan pangan kedaluwarsa terbanyak ditemukan di wilayah kerja BPOM di Ambon, BPOM di Manokwari, BPOM di Palu, Loka POM di Kepulaian Sangihe, dan Loka POM di Kepulauan Morotai.

Sementara, temuan produk pangan rusak terbanyak ditemukan di wilayah kerja BBPOM di Serang, BBPOM di Yogyakarta, BBPOM di Makassar, BBPOM di Palembang, dan BPOM di Kendari.

Penny lantas memastikan para pemilik bahan pangan yang rusak dan kedaluwarsa diminta mengamankan dan memusnahkan barang milik mereka dengan disaksikan oleh petugas pengawas dari BPOM.

“Temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan yang dilakukan terhadap 2.011 sarana peredaran, baik dari sarana retail, gudang distributor atau importir,” jelas Penny.

Lebih lanjut, Penny juga menegaskan kepada pelaku usaha pangan agar terus patuh terhadap peraturan perundang-undangan di dalam menjalankan usahanya.

Ia juga mewanti-wanti masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan pengecekan kemasan, label, izin edar dan cek masa kedaluwarsa.

Penny mengklaim selama bulan Ramadan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri, pihaknya bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM yang terdiri dari 33 Balai Besar/Balai POM dan 40 Loka POM di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia terus berupaya melakukan intensifikasi pengawasan pangan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *