Connect with us

Nasional

BMKG Sebut Super Blood Moon Yang Terjadi di Indonesia Miliki Tujuh fase

Published

on

Share

Reportersatu, Rabu petang (26/5) masyarakat di Indonesia disuguhi fenomena astronomi berupa gerhana bulan total. Gerhana kali ini juga disebut sebagai Bulan Merah Super atau Super Blood Moon.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gerhana hari ini memiliki tujuh fase. Fase pertama adalah penumbra yang mulai berlangsung sejak pukul 15.46 WIB. 

Di fase penumbra, hanya wilayah Papua saja yang dapat mengamati. Kemudian, pada fase kedua yang bernama awal fase sebagian berlangsung pukul 16.44 WIB dan wilayah yang bisa mengamati mayoritas adalah Indonesia bagian timur, NTT, serta Pulau Sulawesi bagian timur.

loading...

Berlanjut pada yang dinamakan awalp fase total, berlangsung sekira pukul 18.09 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat memantau kondisi tersebut, kecuali sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, dan Aceh.

Sembilan menit berselang, tepatnya 18.18 WIB, gerhana memasuki fase puncak gerhana. Sama seperti awal fase total, seluruh wilayah Indonesia dapat memantau kondisi tersebut, kecuali sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, dan Aceh.

Gerhana akan mulai memasuki akhir fase sebagian pada pukul 19.52 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dipastikan bisa ikut mengamati.

Akhir fase penumbra, yang merupakan fase terakhir berlangsung pada pukul 20.51 WIB. Dimana seluruh wilayah Indonesia dapat mengamati fase tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly menuturkan bahwasanya peristiwa gerhana bulan ini sangat spesial. Pasalnya, kejadian ini akan terjadi lagi pada 2033. 


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *