Connect with us

Peristiwa

Belasan Napi Lapas Banyuwangi Dimutasi Karena Overload

Published

on

Share

Reportersatu, Lapas kelas IIA Banyuwangi memindahkan Belasan warga binaannya karena sering memicu keonaran dan juga karena alasan kelebihan kapasitas. Belasan warga binaan tersebut dipindahkan ke tiga lapas di Jawa Timur.

“Benar. Ada 17 warga binaan yang kita pindah. Sembilan orang warga binaan laki-laki dan 8 orang perempuan,” kata Kepala Lapas Klas IIA Banyuwangi, Wahyu Indarto saat di konfirmasi.

Baca Juga : Anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung Terjaring OTT Mabes Polri

Ketujuhbelas warga binaan dari lapas Banyuwangi ini dipindahkan ketiga lapas di Jawa Timur yaitu lapas Jember, lapas Lumajang dan lapas Malang. Dengan rincian sembilan warga binaan laki-laki dipindah ke Lapas Jember dan Lumajang. Sedangkan 8 warga binaan perempuan dipindah ke Lapas Malang.

loading...

“Untuk yang laki-laki, empat orang kita pindah ke Lapas Jember. Sedangkan 5 warga binaan lainnya kita pindah ke Lapas Lumajang. Untuk 8 narapidana perempuan kita pindahkan semua ke Lapas Malang,” kata Wahyu.

Proses pemindahan 17 warga binaan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Masing-masing narapidana terlebih dahulu dites rapid antibodi untuk memastikan narapidana tersebut berada dalam kondisi sehat.

Wahyu juga menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana yakni masih menggunakan narkoba dengan bukti tes urine positif. Selain itu, juga ada yang kedapatan menyimpan handphone maupun sering berbuat onar di dalam Lapas Banyuwangi.

“Jadi ini juga sebagai sanksi bagi warga binaan yang sering melanggar. Selain itu, mereka yang masih menggunakan narkoba atau menggunakan HP itu sudah diatur sanksi yang jelas melalui regrister F. Yakni hak-haknya selama enam bulan ke depan tidak diberikan. Seperti remisi dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Selain menmbuat keonaran dan tidak patuh dengan aturan lapas, pemindahan 17 narapidana itu dilakukan karena kondisi lapas yang overload. Saat ini jumlah warga binaan yang menghuni Lapas Klas IIA Banyuwangi mencapai 919 orang. Padahal, idealnya lapas ini hanya mampu menampung 260 warga binaan.

“Total warga binaan maupun tahanan yang ada di Lapas Banyuwangi 919 orang. Sangat over load dari kapasitas idealnya,” tambah Wahyu.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *