Connect with us

Peristiwa

Bareskrim Polri Periksa Pelapor dan Saksi Kasus Penistaan Agama

Published

on

Share

Reportersatu, Pertengahan April 2021 lalu telah beredar dan viral di media sosial, suatu video yang ditayangkan oleh akun Youtube ‘IstiqomahTV’ berisi rekaman ceramah seorang wanita bergelar doktor bernama DMD. Dalam video berdurasi lebih dari 24 menit itu, tampak DMD, mengatakan berbagai hal yang dianggap meninstakan agama Hindu.

Terhadap tindakan penistaan Agama Hindu itu, kemudian empat ormas Hindu yang terdiri dari KMHDI, FA-KMHDI, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Jawa Barat, dan Aliansi Bhinneka Hindu Nusantara (ABHN) menempuh jalur hukum dengan melaporkan Desak Made Dharmawati dan pemilik akun Youtube Istiqomah TV ke Bareskrim Polri pada tanggal 21 April 2021.

Menindaklanjuti laporan tersebut Bareskrim Polri mulai mengusut kasus dugaan penistaan agama. Pengusutan dimulai dengan memeriksa pelapor dan saksi. Ada tiga orang yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim Polri terkait kasus tersebut.

loading...

Baca Juga : Polres Metro Jaksel Grebek Pabrik Rumahan Tembakau Sintetis

“Kami sebagai pelapor dan saksi memenuhi undangan dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim dan telah memberikan berbagai keterangan yang ditanyakan oleh tim penyidik,” ujar Ketua Presidium Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) I Putu Yoga Saputra dalam keterangan tertulis, Jumat (28/5/21).

Yoga menjelaskan, ada dua orang selaku pelapor dan saksi yang diminta keterangannya oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri pada hari ini. Selain dirinya, Sekretaris Jenderal Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA-KMHDI), Bram Hellier juga diundang dan telah memberikan keterangannya kepada tim penyidik yang sama.   

Pemanggilan pelapor dan saksi merupakan tindak lanjut atas laporan polisi  Nomor : LP/B/0260/IV/2021/BARESKRIM, dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STTL/158/IV/2021/BARESKRIM, tertanggal 21 April 2021 lalu.   

Yoga melanjutkan, dirinya diminta keterangan kurang lebih 4,5 jam, dan diajukan sebanyak 18 pertanyaan oleh tim penyidik. Pertanyaannya  antara lain, mengenai identitas para pelapor dan saksi.  Kemudian juga ditanya kapan pertama kali  mengetahui tayangan video yang diduga berisi penistaan Agama Hindu oleh DMD tersebut.  

Dengan didampingi penasehat hukum dari Tim Advocat Perjuangan Dharma, Bagus Sukerta dan Aditya Paramartha, Yoga menjelaskan, para  tim penyidik  Ditsiber Bareskrim tampak serius dan profesional dalam melakukan pemeriksaan kasus ini.

“Proses tanya jawab tadi langsung dipimpin oleh Perwira Unit 4, Subdit 1 Ditsiber. Proses tanya jawab dilakukan secara pararel oleh dua tim dari Unit 4, sehingga bisa berjalan cukup cepat dan lancar,” ucapnya.

Sementara pelapor lainnya, Bram Hellier menjelaskan, pemanggilan dan permintaan keterangan ini merupakan langkah maju dari Bareskrim dalam menangani kasus penistaan Agama Hindu sebagai agama minoritas di Indonesia.

“Kami mengapresiasi serta menghargai upaya Polri menegakkan hukum dalam kasus ini. Kami mengharapkan, kasus ini bisa segera dituntaskan dengan lebih cepat setelah sempat mengendap selama lebih dari satu bulan,” ujar Bram.

Menurut Bram, pemeriksaan pada hari Jumat ini akan dilanjutkan pada pemeriksaan tahap berikutnya, yang diagendakan dilaksanakan pada hari Senin (31/5) pekan depan.  Rencananya akan ada dua orang saksi yang juga bakal diminta keterangannya tentang kasus yang sama. 


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *