Connect with us
DomaiNesia

Internasional

Sejumlah TPS Tutup pada Pemilu Myanmar November Mendatang

Published

on

6a3f6db1f7b33b23bd731b7050abe370 (1)
Share

Reportersatu, Komite pemilu Myanmar mengatakan, lebih dari setengah tempat pemungutan suara (TPS) yang awalnya akan dibuka di Rakhine pada pemilu 8 November tidak akan buka karena wilayah itu dianggap tidak stabil.

Wilayah Rakhine memiliki kursi parlemen yang sebagian besar dikuasai oleh nasionalis Rakhine yang menentang de facto Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Rakhine mengalami pemberontakan etnik yang meningkat tahun ini.

Partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menyatakan tiga kandidatnya diculik di Rakhine saat kampanye pada Rabu. Kepolisian dan pemberontak Tentara Arakan tidak membuat pernyataan terkait kasus itu.

Baca Juga : Menteri Energi AS Persingkat Kunjungan Akibat Staf Dinyatakan Positif Covid-19

“Beberapa wilayah tidak dalam posisi dapat menggelar pemilu bebas dan adil,” ungkap komite pemilu.

Tidak akan ada pemungutan suara di sembilan dari 17 kota di Rakhine, sedangkan empat kota lainnya akan menggelar pemungutan secara terbatas.

“Ini memiliki dampak besar pada kami. Kami hanya punya beberapa spot kecil untuk sisa suara,” kata Myo Kyaw, juru bicara Liga Arakan untuk Demokrasi, salah satu partai besar di Rakhine.

“Tak ada hal seperti pemilu bebas dan adil 100%. Pemilu tahun ini lebih buruk dibandingkan sebelumnya,” ujar dia.

Pemerintah tidak merespon permintaan Reuters untuk berkomentar tentang pembatalan pembukaan TPS yang penting untuk keadilan pemilu. 


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *