Connect with us

Seni & Budaya

Banjo, Instrumen Musik Ciptaan Budak Afrika

Published

on

17 Fret Banjo Koda1 (1)
Share

Reportersatu, Banjo adalah alat musik petik yang dikembangkan oleh budak Afrika di Amerika Serikat, dan merupakan gabungan beberapa alat musik Afrika. Banjo merupakan alat musik petik sejenis gitar dengan ruang atau rongga resonator yang umumnya berbentuk bulat. Permukaan resonator ditutup dengan membran yang terbuat dari lapisan tipis kulit hewan atau plastik, dan di atasnya terdapat dawai yang berjumlah empat sampai enam.

Banjo tergolong alat musik chordophone sekaligus alat musik petik, dimana sumber bunyinya berasal dari rangkaian dawai atau senar yang dimainkan dengan cara dipetik. Saat memainkan banjo, agar suara yang dihasilkan terdengar lebih nyaring dan bersih biasanya digunakan plektrum atau pick yaitu benda kecil berbahan plastik atau material lain yang dibentuk datar menyerupai segi tiga atau tetesan air.

Ukuran dan bentuk plektrum atau pick bervariasi, tergantung juga dengan jenis alat musik yang akan digunakan. Pada alat musik banjo, cara memegang pick adalah dengan menyelipkannya di antara ujung jari-jari pemetik. Dawai banjo umumnya dimainkan dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, sedangkan jari manis serta kelingking berada di bagian kepala alat musiknya.

Baca Juga : Marakas, Instrumen Kecil yang Penting Untuk Orkestra

Dari Budak

Hadirnya alat musik banjo dalam kancah musik dunia berkaitan dengan sejarah perbudakan di Afrika. Para budak membuat alat musik dari kayu yang diberi dawai atau senar di atas rongga resonator berpenutup kulit kambing.

Alat musik yang merupakan cikal bakal banjo ini mulai diperkenalkan dan dimainkan oleh mereka sekitar tahun 1500-an. Nama banjo diduga berasal dari istilah “mbanza kimbundu”, namun beberapa ahli bahasa menyatakannya sebagai adaptasi dari pengucapan dalam dialek Portugis “bandore” atau “bandurria” (Spanyol). Pendapat lain menyatakan kemungkinan berasal dari istilah “bamboo” di Afrika Barat.

Alat musik banjo mendominasi musik-musik tua Amerika dan sering dimainkan dalam musik country, folk, Irish traditional, serta blue grass. Orang Amerika mempelajari banjo dari para budak Afrika milik mereka. John Allan Wyeth, seorang ahli bedah, dalam catatannya menulis bahwa saat masih kecil ia pernah mempelajari cara memainkan banjo dari seorang budak.

Penggunaan

Penggunaan banjo bersenar lima di atas panggung pertunjukan musik Amerika pertama kali dilakukan oleh Joe Walker Sweeney, tahun 1830 di Appomattox Court House, Virginia. Banjo kemudian diperkenalkan ke Inggris oleh American Virginia Minstrels sekitar tahun 1840-an, dan masyarakat musik di negara Ratu Victoria menerimanya dengan antusias tinggi.

Banjo identik dengan jenis musik country atau balada yang populer di Indonesia sekitar tahun delapan puluhan. Salah satu musisi yang lekat dengan alat musik banjo dan musik country adalah Tantowi Yahya. Ia menjadi ikon musik country di Indonesia sekitar akhir sembilan puluhan, dengan tampilan kemeja kotak-kotak, sepatu boot kulit, topi koboy, dan banjo. Sayangnya jenis musik country atau balada di Indonesia kalah bersaing dengan genre musik pop, rock, dan dangdut.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *