Connect with us

Seni & Budaya

Bangsa Skithia, Cikal Bakal Lahirnya Legenda Amazon di Masyarakat Yunani Kuno

Published

on

Share

Reportersatu, Hutan hujan Amazon yang terletak di Brasil, Amerika Selatan, menyimpan begitu banyak keindahan sekaligus misteri yang masih belum diketahui banyak orang. Di balik keindahan dan misteri tersebut, tersimpan satu cerita yang cukup populer tentang salah satu suku pedalaman Amazon yang semua anggotanya terdiri dari perempuan.

Entah cerita ini nyata atau tidak, namun hingga kini kisah perempuan suku Amazon masih menjadi perdebatan. Tak sedikit pihak yang meragukan keberadaan para perempuan Amazon ini, bahkan ada pula yang menganggap kisah ini hanyalah bagian dari legenda atau cerita fiktif yang sudah ada sejak zaman Yunani Kuno.

Tapi berdasarkan bukti-bukti arkeologis yang ada, para peneliti berhasil mengungkap keberadaan suku ‘wanita petarung’ yang jadi inspirasi legenda Amazon di masyarakat Yunani kuno.

loading...

Di salah satu kuburan, arkeolog menemukan tulang belulang seorang gadis dengan kedua kakinya yang agak bengkok (karena sering menunggang kuda). Di sebelah kiri jasad gadis terdapat sebilah pisau, sedangkan di bagian kanannya tergeletak 40 buah anak panah. Seorang prajurit wanita lain bahkan punya anak panah yang masih tertanam di rongga dadanya.

Lebih jauh lagi, mitos mengatakan kalau suku Amazon rela memotong salah satu payudara mereka supaya bisa membidik panah dengan lebih akurat. Bahkan jika seorang anggota suku melahirkan bayi laki-laki, dia akan langsung membunuh bayi malang itu. Dalam hal asmara, suku Amazon adalah ‘penyuka sekaligus pembunuh kaum lelaki.’

Kaum wanita dari bangsa Skithia bertarung, berburu, menembak panah dan menunggang kuda layaknya pria. Merekalah yang jadi cikal bakal lahirnya legenda Amazon di masyarakat Yunani kuno.

Ternyata bangsa Skithia terdiri dari suku-suku kecil. Karena kecilnya jumlah anggota suku tersebut, maka setiap anggota punya pengaruh penting demi kelangsungan hidup kelompoknya. Itulah alasan mengapa wanita Skithia sering terlibat dalam peperangan dan terbiasa melakukan pekerjaan laki-laki, seperti latihan bertarung dan berburu misalnya.

Kuda merupakan aspek yang penting dalam keseharian bangsa nomaden Skhitia. Bahkan mereka terkenal pandai menjinakkan kuda dan menjadikannya tunggangan untuk berburu dan berperang. Suku Skithia pun berlatih menunggang kuda, menombak, dan memanah semenjak dini. Tak heran di kala dewasa, kemampuan mereka di medan perang bisa lebih hebat dibanding pria.

Mitos mengatakan kalau suku Amazon kerap menelantarkan anak laki-laki yang lahir dari rahim mereka sendiri, atau memberikan hak asuh anak pada Ayahnya yang berasal dari suku lain. Rumor di kalangan masyarakat Yunani kuno tersebut didasari anggapan bahwa suku Amazon hanya menerima anggota perempuan saja.

Ciri lain yang menjadikan wanita Skhitia begitu mencolok di mata bangsa lain adalah kebiasaan mereka menghisap ganja, meminum kumis (alkohol hasil fermentasi susu kuda), dan mentato tubuh mereka. Sejarawan Yunani Herodotus pernah mengisahkan tradisi itu dalam tulisannya mengenai suku Amazon. Apa yang ditulis Herodotus ternyata ada benarnya. Sebab, para arkeolog menemukan bukti adanya peralatan hisap (ganja) dan arang di setiap kuburan bangsa Sikhtia. Sementara itu di beberapa kuburan peneliti menemukan peralatan mentato.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *