Connect with us

Nusantara

Antisipasi Lonjakan Covid, Gubernur Jabar Imbau Warganya Patuhi Larangan Mudik

Published

on

Share

Reportersatu, , merespons serangan lonjakan Covid-19 dan kematiannya di India yang tengah terjadi kini. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang warganya melakukan mudik untuk hari raya Idulfitri 1442 H atau Lebaran 2021 mendatang. Ridwan Kamil tidak ingin lonjakan kasus Covid-19 seperti di India terjadi di Indonesia atau Jabar.

Menurut Emil, penyebaran Covid-19 bisa menimpa Indonesia jika masyarakatnya masih banyak yang nekat mudik Lebaran tahun ini. Diketahui, India tengah menjadi sorotan masyarakat dunia akibat serangan gelombang kedua Covid-19 .

loading...

Baca Juga : Semarakan Ramadhan, Tahanan Polda Jatim Ngaji Bareng Selama Bulan Puasa

“Jadi saya bilang kepada warga jangan mudik dulu, tahan dulu. Karena ada kasus di India di mana orang euforia akhirnya dua minggu dia kena second wave melebihi satu tahun kasus di India,” kata Emil di Bandung, Kamis (22/4/21).

readyviewed Diketahui menyambut Idulfitri 1442 H, pemerintah pusat RI sudah ada larangan mudik. Namun, Emil meminta tetap harus diwaspadai potensi mudik di luar ketentuan yang resmi.

“Kita tidak mau terjadi [peningkatan kasus] jadi lebih baik tahan dulu mudik. Silaturahmi kan bisa dicari di waktu yang lebih baik tanpa harus yang sifatnya massal,” ujar mantan Wali Kota Bandung itu.

Selanjutnya, Emil mengimbau kepada masyarakat dan pemerintahan desa maupun daerah tujuan mudik, perlu melakukan langkah-langkah tegas, menghalau warga yang tetap nekat pulang kampung bersama.

“Karena mudik sifatnya berbarengan di satu waktu dan massa, dan itu yang disukai Covid. Kemarin di Jateng sudah ada korbannya, pemudik datang ke sebuah kampung lalu mengadakan hajatan, makan bareng lalu 37 orang kena Covid oleh si perantau. Kasus ini jangan sampai terjadi di Jabar,” tutur Emil.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *