Connect with us

Nusantara

Antisipasi Covid-19, Ulama dan Tokoh Masyarakat Bangkalan Imbau Warga Patuhi Prokes

Published

on

Share

Reportersatu, Beberapa hari terakhir ini Kasus Virus Covid-19 di Bangkala, Madura, jawa Timur meningkat drastis. Lonjakan ini terbukti dengan kian bertambahnya zona merah di beberapa kecamatan.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan data terakhir per 8 Juni 2021, positif COVID-19 kasus di Bangkalan mencapai 1.899 kasus. Sedangkan total kasus aktif COVID-19 sebanyak 190 orang. Nico menyebut ada kenaikan 75 kasus dari hari sebelumnya.

loading...

Selain itu, Nico mengatakan kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi RSUD Bangkalan mencapai 84% dan BOR ICU RSUD Bangkalan mencapai 50%.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Covid-19, Forkopimda Bersama BNPB Gelar Rakor di Polda Jatim

Mencermati permasalahan ini, Aparat kepolisian melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat atau ulama Bangkalan agar warga mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Pendekatan ini di respon baik oleh para ulama dan tokoh masyarakat Bangkalan. Ketua MUI Bangkalan KH Syarifudin Damanhuri meminta para warga tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Sehubungan dengan penyebaran COVID-19 yang sampai saat ini belum reda bahkan cenderung meningkat, masyarakat diimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah. Agar memakai masker, mencuci tangan, dan tidak bepergian jika tak ada kepentingan,” kata Kiai Syarifudin di Bangkalan, Rabu (9/5/21).

Sementara Ketua Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan H. Abdul Hasan dan Pengurus Ponpes Syaikhona Muhammad Cholil, Muhammad Nassi Ashal mengatakan langkah ini untuk memproteksi keluarga dan kerabat dari bahaya virus Corona.

“Tetap menjaga kesehatan, menjaga imunitas tubuh, hal ini semata-mata demi kebaikan dan keselamatan bersama, semua keluarga dan kerabat,” imbuhnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *