Connect with us

Kesehatan

Amankah Pemberian Obat Ibuprofen Dan Parasetamol Bagi Penderita Diabetes

Published

on

1542398shutterstock 190488149p
Share

Reportersatu, Demam merupakan salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Walau begitu, banyak yang bertanya-tanya, bagi penderita diabetes, apakah pemberian obat seperti ibuprofen dan parasetamol bisa dilakukan?

“Secara umum dan jangka pendek obat panas seperti ibuprofen dan parasetamol aman untuk DM (diabetes melitus), tidak berpengaruh pada kadar gula darah,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. DR dr. Ketut Suastika.

Namun, penggunaan obat jenis steroid yakni dengan efek anti-inflamasi yang kuat bisa meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, hal ini perlu diwaspadai dan perlu berkonsultasi ke dokter.

Laman WebMD mencatat, sejumlah obat bebas untuk mengatasi gejala demam bisa mempengaruhi kadar gula darah, antara lain ibuprofen yang bisa meningkatkan efek hipoglikemik insulin, dekongestan seperti phenylephrine dan pseudoephedrine serta aspirin dalam dosis besar. Di sisi lain, ada waktu konsumsi obat parasetamol yang dianjurkan bagi mereka yang meminum obat lixisenatide (khusus untuk penyandang diabetes tipe-2).

Pihak penyedia layanan kesehatan di Inggris, NHS pernah menyatakan, obat lixisenatide untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penyandang diabetes dan biasanya disuntikkan sekali sehari di bawah kulit juga bisa mengurangi penyerapan parasetamol bila diberikan satu hingga empat jam sebelum parasetamol. Orang dewasa umumnya dapat meminum satu atau dua tablet parasetamol dengan dosis 500 mg setiap empat sampai enam jam, tetapi tidak boleh lebih dari 4 gram (delapan tablet 500 mg) dalam waktu 24 jam.

Di masa pandemi COVID-19, Prof. Suas mengingatkan para penyandang diabetes menerapkan protokol kesehatan yakni mencuci tangan, mengenakan masker (terutama bila keluar rumah), menjaga jarak, memantau gula darah lebih sering, mengenali glikemik yang baik, mencukupi asupan makanan yang sehat, melakukan latihan fisik dan menjaga kestabilan keadaan jantung dan ginjal. Pemanfaatan layanan telemedis juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi kontak dan kemungkinan orang dengan diabetes terkena COVID-19. 


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *