Connect with us

Internasional

Aktivasi Reaktor Nuklir Diperdebatkan Pasca Gempa Fukushima

Published

on

Share

Reportersatu, Gempa besar yang berkekuatan 9,0 skala richter yang menghantam pantai timur laut Jepang dan menewaskan hampir 20 ribu orang, dan melumpuhkan pabrik Fukushima Dai-ichi. Lebih dari 160 ribu penduduk melarikan diri saat radiasi mulai menyebar ke udara. Menjadi bencana nuklir terburuk di dunia sejak insiden meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl, di Ukraina.

“Fukushima memiliki tanda-tanda sisa sejarah energi nuklir,” ujar kepala investigasi bencana Kiyoshi Kurokawa.

loading...

Baca Juga : Istana Buckingham Akhirnya Merespon Wawancara Kontrovesial Harry dan Meghan

Komisi penyelidikan yang dipimpin Kurokawa pada 2012 menyimpulkan bahwa kecelakaan di Fukushima adalah hasil kolusi antara pemerintah, regulator, dan Tokyo Electric Power. Selain itu, kecelakaan juga diakibatkan oleh kurangnya tata kelola.

Pemerintah telah menghabiskan sekitar 300 miliar dolar AS atau 32,1 triliun yen untuk membangun kembali wilayah Tohoku yang hancur akibat tsunami, tetapi daerah di sekitar pembangkit listrik Fukushima tetap terlarang karena khawatir masih ada radiasi yang tertinggal. Penonaktifan pabrik yang lumpuh akan memakan waktu puluhan tahun dan kocek senilai miliaran dolar.

Jepang kembali memperdebatkan peran tenaga nuklir dalam bauran energinya, yang bertujuan untuk mencapai netralitas karbon bersih pada tahun 2050 untuk melawan pemanasan global. Tetapi survei publik yang dilakukan NHK menunjukkan 85 persen masih khawatir tentang kecelakaan nuklir.

Para pendukung mengatakan, tenaga nuklir sangat penting untuk dekarbonisasi. Namun kritikus mengatakan, biaya, keamanan dan tantangan menyimpan limbah nuklir adalah alasan untuk menghindarinya.

“Mereka yang berbicara tentang tenaga atom adalah orang-orang di ‘desa nuklir’, yang ingin melindungi kepentingan pribadi mereka,” kata mantan Perdana Menteri Kan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *