Connect with us

Internasional

Akibat Konflik di Tigray, Ethiopia Kembali Tunda Pemilu

Published

on

Share

Reportersatu, Ethiopia kembali menunda pemilihan umum nasional setelah beberapa partai oposisi menolak untuk berpartisipasi dalam pemilihan karena konflik di wilayah Tigray. Hal itu semakin memperumit upaya Perdana Menteri Abiy Ahmed untuk memusatkan kekuasaan.

Ketua Dewan Pemilihan Nasional Ethiopia (NEBE) Birtukan Mideksa mengatakan, ada penundaan dalam pembukaan tempat pemungutan suara dan pendaftaran pemilih. Mideksa mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa, pemilihan tidak akan berlangsung pada 5 Juni seperti yang dijadwalkan.

loading...

Baca Juga : Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata Israel-Palestina

“Kami akan memberi tahu semua orang segera berapa minggu atau beberapa hari untuk menyelesaikan tugas yang tertunda. Tidak akan lebih dari tiga minggu,” ujar Mideksa.

Mideksa mengatakan, terjadi kendala penundaan logistik seperti penyelesaian pendaftaran pemilih, pelatihan staf pemilihan, pencetakan dan pendistribusian surat suara. “Praktisnya, tidak mungkin mengirimkan semua ini pada tanggal yang dijadwalkan semula,” katanya.

Beberapa minggu menjelang pemilihan, hanya ada sedikit tanda-tanda kampanye. Sementara, beberapa partai oposisi berencana untuk memboikot pemungutan suara. 

Awalnya pemilu direncanakan pada Agustus tahun lalu, tetapi ditunda untuk pertama kalinya karena pandemi virus korona. Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang berkuasa di wilayah utara pada saat itu menolak penundaan pemilu. Mereka mengadakan pemilihan di daerahnya pada bulan September.

Hal itulah yang menjadi penyebab terjadinya konflik antara TPLF dengan pemerintah pusat di Addis Ababa yang berlangsung sejak awal November lalu. Pertempuran di Tigray telah menewaskan ribuan orang. 


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *