Connect with us

Peristiwa

11 Orang Meninggal Dan 8 Orang Hilang Akibat Bencana Longsor Di Sumedang

Published

on

1303413033 (1)
Share

Reportersatu, Kabar duka datang dari Kabupaten Sumedang setelah longsor yang menerjang Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung pada Sabtu (9/1/21). Awalnya terjadi longsor pada siang hari, 14 rumah rusak berat dan 8 orang masih dalam pencarian karena tertimbun material longsor.

Namun, musibah kembali datang jelang malam hari yang menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan memakan korban jiwa.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban yang tertimbun material longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Hingga pukul 01.22 WIB, sebanyak 22 orang yang terdiri dari 3 korban selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia dan 8 orang masih dalam pencarian.

Kepala BPBD Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, longsor terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Sabtu siang.

Baca Juga : 71 Karyawan Pabrik Kopi Instant Kemasan di Karawang Terpapar Covid-19

“Material longsor yaitu tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter. Material longsoran menimpa 14 rumah hingga rusak berat,” ujar Ayi,  Sabtu petang.

Pada pukul 02.00 WIB, pencarian di hentikan sementara, karena situasi dan kondisi di lokasi yang kurang memungkinkan, kondisi hujan dan adanya retakan tanah di bagian atas, pencarian akan di lanjutkan pukul Minggu pagi ini.

Danramil Cimanggung, Kapten Inf. Setyo Pribadi hingga kini masih hilang kontak dan masih dalam pencarian. Bahkan, salah satu anggota Polsek Cimanggung, Ipda Dani telah ditemukan dalam kondisi setengah badan tertimbun longsor.

Menurut Anggota Subsektor 15 Citarum harum, Serka Erik yang membantu di lapangan mangatakan, pencarian terhadap Danramil Cimanggung terus dilakukan. Namun mengingat kondisi cuaca dalam kondisi hujan, pencarian pun menjadi terhambat.

Kata Erik, pencarian terus akan dilakukan oleh anggota lainnya secara bergantian, bahkan pihaknya pun dibantu dengan alat berat.

“Setelah longsor susulan, Danramil (Kapten Inf. Setyo Pribadi) hilang kontak. pencarian masih dilakukan menggunakan alat berat. Hanya sekarang giliran,” katanya.

Erisca mengatakan, longsor susulan terjadi tepat pada pukul 19.30 WIB. Saat itu petugas yang tengah melakukan pendataan terkena serpihan dan material lumpur.

Menurut salah seorang warga, Andri (37) menyebutkan, saat terjadinya longsor susulan sebelumnya terdengar suara gemuruh dari lokasi longsor.

“Kondisi masih hujan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Taunya itu longsor susulan,” ujar Andri.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *